PART 6 (Koruptor indo VS Koruptor china dll)

Memberitahu Dengan Halus
Joko pergi berlibur dan meminta Ari menjaga rumahnya. Sekitar seminggu kemudian, Joko menelepon rumah dan bertanya, “Bagaimana kucingku?”
Ari ragu dan dengan sedih memberitahu Joko bahwa kucingnya mati.
“Apa?! Kamu seharusnya jangan memberitahuku dengan cara seperti itu! Kamu harus memberitahuku dengan lebih halus dan pelan-pelan.
Saat aku telepon, harusnya kamu bilang bahwa kucingku ada di atap. Lalu saat aku menelepon lagi, harusnya kamu bilang bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk menurunkannya.
Ketiga kalinya aku telepon, harusnya kamu bilang bahwa kamu sudah mencoba menurunkannya, tapi ia jatuh dan mati,” jelas Joko.
Ari minta maaf dan melanjutkan hari-harinya.
Sekitar seminggu kemudian, Joko menelepon lagi dan bertanya, “Bagaimana keadaan nenekku?”
Setelah terdiam agak lama, Ari kemudian menjawab, “Hmm …, dia ada di atap ….”

Si Susi cari angkot
Ceritanya si Susi naik Mikrolet yg agak besar maklum angkot desa yg agak jauh, saat itu angkot bener-2 susah dicari, sekali ketemu selalu penuh, dan akhirnya udah larut malem akhirnya angkot lewat , dipikiran si susi ini kayaknya angkot terakhir dech, ketika di berhentikan ternyata angkot memang penuh, dan tiba-2 laki-laki yg dekat pintu berkata,

“neng mau saya pangku hehe” sambil menggoda-goda susi dengan ketampanannya,

Dalam hati si Susi berkata “wah dari pada tidak ada angkot lagi, klo pun ada nunggu berjam-2 , ya sudah di pangku juga ngak papa , dia cowo yg ganteng ini hehe.” dengan senyum-2 sendiri si susi Menganguk-angukkan kepalanya Isyarat mau di pangku.

akhirnya setelah duduk di pangkuan si pemuda itu , tak lama pemuda itu berkata,

” Neng, neng ini kerja di rumah sakit ya…?” sambil mengendus ngendus leher si Susi.

dan Susi menjawab” Iya kok tahu sich, aku ini suster rumah sakit ,” sambil tersipu malu.

Pemuda itu kembali menimpali,

Habis baunya Neng seperti bau Obat sich hehe” sambil tersenyum-2

dan suasana sempat hening tak ada percakapan,
tiba-tiba Si Susi bertanya,

” Mas, Mas ini kerja di Bengkel ya??”

Dan sang pemuda itu menjawab,

“Kok Tahu sich, aku bau Solar ya, atau bau Oli??” , sambil mencium-2 bajunya.

Si susi membalas pertanyaannya Pemuda itu’

“Tidak kok Mas, Mas sama sekali tidak bau solar atau Oli,…Tapi itu loh mas, Dongkrak mas kok kyknya Naik Turun- Naik Turun ya,”

Koruptor indo VS Koruptor china
Seorang pejabat Indonesia mengunjungi rekannya di Cina. Saat tiba, beliau dijamu, dihibur, dan kemudian diajak ke rumah megah milik sang pejabat Cina. Saat ngobrol-ngobrol, pejabat Indonesia tersebu iseng-iseng bertanya, “Wah, kamu pegawai negeri,tapi kok bisa sampai punya rumah megah begini, yah?” Sang pejabat Cina senyum-senyum lalu mengajak sang pejabat Indonesia ke dekat jendela lalu menunjuk keluar. “Kamu lihat itu jembatan besar di sebelah sana?” tanyanya. Pejabat Indonesia mengangguk. “Nah, itu sepuluh persen,” kata sang pejabat Cina sambil mengedipkan mata dan menepuk dada. Pejabat Indonesia mengangguk, mengerti bahwa 10% dana pembangunan jembatan lari ke kantong pejabat Cina ini. Minggu depannya giliran sang pejabat Cina yang mengunjungi koleganya di Indonesia. Setelah dijamu dan dihibur, sang pejabat Cina dibawa ke tempat tinggal pejabat Indonesia. Betapa terkesannya sang pejabat Cina ketika melihat tempat tinggal pejabat Indonesia yang bagaikan istana raja saja: villa megah lengkap dengan kolam, pancuran, lapangan tenis, helipad, dan lapangan golf pribadi, semua berlapis emas. “Wah, kamu juga pejabat negeri, tapi lebih hebat yah -rumah kamu seperti istana begini. Jauh lebih megah dibanding rumah saya,” komentar pejabat Cina. Sang tuan rumah mengajak tamunya ke jendela. Ia menunjuk keluar, sambil berkata, “Kamu lihat itu bendungan di sebelah sana?” Sang pejabat Cina mencari-cari ke arah tunjukkan, tapi tidak melihat adanya bendungan, “Mana, nggak ada bendungan, tuh …” Pejabat Indonesia mengedipkan mata sambil menepuk dada, “Nah, itu seratus persen….”

Susahnya Cara Membahagiakan Cewe !
Aduh” Emang Susah Membahagiakan Wanita…

Jika dikatakan cantik dikira menggoda,
Jika dibilang jelek di sangka menghina
Bila dibilang lemah dia protes,
Bila dibilang perkasa dia nangis

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
(sambil ngomel, egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Maunya emansipasi, sono narik becak
(sambil ngomel, baikan gw jualan pecal dah)

Maunya emansipasi, disuruh angkat beras, muka masam
(sambil ngomel, cowo apa ne.. dah tau beban gw berat (2 mountains) masi disuruh angkat beginian)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,
tapi kenapa ya… lebih bangga jadi wanita karir,
padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah…
Bila di ajari mukanya merah,
Bila di sanjung mukanya merah,
Jika marah mukanya merah,
Kok sama semua? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya : diam
Ditanya tidak atau ya, jawabnya : diam
Ditanya ya atau ya, jawabnya : diam
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya : diam
Ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya)

Di bilang ceriwis marah,
Dibilang berisik ngambek,
Dibilang banyak mulut tersinggung,
Tapi kalau dibilang Supel wadow seneng banget… padahal sama saja maksudnya

Dibilang gemuk engga senang padahal maksud kita sehat gitu lho,
Dibilang kurus malah senang padahal maksud kita “kenapa elo jadi begini !!!!”

Itulah WANITA, makin kita bingung makin senang dia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s