Bagaimana kita harus bersikap?

Terkadang kita bertanya-tanya siapa diri kita sebenarnya? Pertanyaan itu tidak muncul setiap saat, tetapi pertanyaan itu muncul saat kita sedang sendiri. Seringkali kita tidak dapat menemukan jawaban yang memuaskan hati, itu karena kita berusaha mencari jawaban dalam keadaan yang penuh tekanan, sehingga jawaban yang didapat bukanlah jawaban yang kita inginkan yang berdasarkan pemikiran dengan penuh ketenangan tetapi pemikiran berdasarkan nafsu dan emosi yang sudah pasti jawaban itu hanya berorientasi pada apa yang kita senangi.

Jika kita memposisikan diri mengikuti pemikiran berdasarkan emosi maka kita akan mendapatkan banyak kesenangan serta kebahagiaan, tapi ingat itu hanya untuk waktu sekejap, bahkan ketika kita mengedipkan mata saja kesenangan itu mungkin sudah hilang dengan menyisakan satu kata… yaitu mengapa? Mengapa kesenangan itu hilang dan tidak bertahan? Setelah itu kita akan bersedih hati meratapi kehilangan itu, kita akan merasa bahwa sang tuhan tidak adil pada kita, dan itu akan membawa kita pada keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya. lebih lagi jika kita menempatkan diri kita mengikuti pemikiran berdasarkan emosi&nafsu maka dalam pikiran kita hanya akan berisi apa yang akan kita dapatkan besok…??? dan itu membuat kita selalu cemas, khawatir, dan takut untuk melakukan sesuatu.

jika kita menempatkan diri kita dengan mengikuti pemikiran yang tenang, tanpa beban, dan tanpa keinginan maka kita juga akan mendapat kesenangan serta kebahagiaan. Bedanya, kesenangan ini bukan kesenangan sekejap namun kesenangan hakiki yang abadi. Bukan kesenangan atas apa yang kita miliki, namun kesenangan atas ketenangan jiwa, kesenangan atas kedekatan kita pada sang khalik. Bagaimanapun keadaan kita, baikkah?burukkah? kita tetap akan merasa itu sebuah kesenangan. bahkan kita akan merasa senang jika kita tidak memiliki apapun, karena kita tidak perlu pusing, cemas, dan takut karena memikirkan apa yang kita anggap milik kita. jika kita menempatkan diri pada posisi ini yang ada hanya senyum dan bukan tangis, kalaupun ada tangis itu merupakan tangis sebagai ungkapan syukur. Kita akan merasa hati kita seluas langit yang tidak dapat dijelaskan bagaimana leganya hati kita….

jadi, dimana kita akan menempatkan diri kita??? tanya hatimu….!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s